Peraturan More on this category »
SOP More on this category »
Pelatihan More on this category »

Cara Menghitung TKS: Rasio KAP (Kualitas Aktiva Produktif) BPR

Sebelum melangkah pada perhitungan TKS khususnya Rasio KAP BPR, berikut akan diberikan sedikit gambaran tentang apa yang dimaksud dengan Aktiva Produktif. Secara singkat aktiva produktif adalah penanaman dana dalam bentuk tabungan, deposito, kredit, SBI atau yang dipersamakan dengan itu dengan tujuan untuk mendapatkan penghasilan. Dalam laporan Neraca bank dapat dilihat pada pos Penempatan Antar Bank/ Antar Bank Aktiva dan Kredit Yang Diberikan. Namun sebagai catatan, bahwa dalam perhitungan rasio KAP, giro tidak diperhitungkan sebagai aktiva produktif. Adapun dalam perhitungan TKS tersebut, Rasio KAP diberikan bobot sebesar 25. Rasio ini dikatakan SEHAT apabila persentasenya lebih kecil atau maksimal sebesar 10,35%. Untuk memahaminya lebih lanjut, berikut disajikan perhitungan KAP dimaksud.

1. Rumus Rasio

Untuk video tutorialnya dapat dilihat pada channel berikut:
video tutorial menghitung rasio kap
 Adapun rumus Rasio KAP dalam perhitungan TKS adalah:

Rasio PPAP = (Aktiva Produktif / Aktiva Produktif Yang Diklasifikasikan)
atau
Rasio PPAP = (AP / APYD) * 100%

Dimana:

Aktiva Produktif Yang Diklasifikasikan (APYD) adalah aktiva produktif yang telah diperhitungkan dengan nilai bobot tertentu, yaitu:
a. Kredit Kurang Lancar x 50%
b. Kredit Diragukan x 75%
c. Macet x 100%
Sedangkan Aktiva Produktif (AP), yaitu:
a. Penempatan Antar Bank (dalam bentuk tabungan atau deposito dikecualikan Giro)
b. Kredit Yang Diberikan

2. Nilai Kredit (NK)

Penentuan Nilai Kredit (NK) dari rasio KAP diatur sebagai berikut:
1. Jika Rasio PPAP >=22,5% maka Nilai Kredit (NK) =0
2. Setiap penurunan 0,5%, maka Nilai Kredit + 1 dan maksimal 100
Besarnya NK rasio KAP dapat juga diperoleh dengan rumus berikut:
NK = (22,5% - RasioKAP) / 0,15%

3. Hasil Penilaian Akhir (HP)

Sehingga diperoleh Hasil Penilaian:
HP = NK x bobot / 100
HP = NK x 25 / 100

4. Kriterian Penilaian

Dari hasil penilaian tersebut berdasarkan kriteri berikut maka dapat diketahui tingkat kesehatannya, sebagai berikut:
Sehat ==> Rasio <=10,35%
Cukup Sehat ==> >10,35% dan <=12,60%
Kurang Sehat ==> >12,60% dan <=14,85%
Tidak Seat ==> >14,85

Contoh Perhitungan Rasio

Untuk lebih jelasnya berikut contoh perhitungan Rasio KAP

Jika diketahui total kredit BPR Poke adalah sebesar Rp. 4.058.195 dan total Penempatan Dana sebesar Rp. 1.200.022. Dimana Kredit dengan kualitas Lancar Rp. 2.959.247, Kurang Lancar Rp. 110. 300, Diragukan Rp. 379. 333, dan Macet Rp. 609.315.  Maka hitunglah berapa besar Rasio KAP?

Jawab:

Jumlah Aktiva Produktif Yang Diklasifikasikan (APYD)
= (KL x 50%) + (DR x 75%) + (M x 100%)
= (110.300 x 50%) + (379.333 x 75%) + (309.315 x 100%)
= 948.965

Jumlah Aktiva Produktif (AP)
= Kredit + Penempatan
= 4.058.195 + 1.200.022
= 5.258.217

Sehingga Rasio KAPnya adalah:

= APYD/AP x 100%= 948.965 / 5.258.217 x 100%
= 18,05% 
Berdasarkan kriteria yang telah disebutkan di atas,  maka kualitas KAPnya adalah TIDAK SEHAT

Sedangkan Nilai Kreditnya (NK) adalah:
= (22,5% - 18,05%) / 0,15%
= 29,68

Dan hasil penilaian akhir rasio KAP
= 29,68 x 25 / 100
= 7,42 poin

RasoKAP

(jika ada yang salah mohon dikoreksi)

Copyright © 2016. Poke Bank - Proudly powered by Blogger