Peraturan Rahasia Bank, Pengecualian dan Pihak Terafiliasi
Sangat jelas dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 atas perubahan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1992 sebagaimana dalam pasal 40 Bab VII Rahasia Bank bahwa...
More on this category »
SOP SOP Administrasi Setoran Kredit Tunai dan Non Tunai
Setelah pencairan kredit, pada bulan selanjutnya pihak bank tentunya akan menerima pembayaran angsuran si debitur berdasarkan tanggal jatuh tempo sebagaimana...
More on this category »
Pelatihan Contoh Analisa Kredit Berbasis Scoring: Aspek Karakter (Watak)
Untuk lebih memudahkan pemahaman kita, sebagai sampel pokebanker akan merujuk pada tulisan sebelumnya yaitu Contoh Analisis Kredit: Aspek Karakter...
More on this category »

Perhitungan Dasar Pemberian Suku Bunga Kredit, Base Lending Rate BLR

Dasar Pemberian tingkat suku bunga kredit atau Base Lending Rate (BLR) tidak dilakukan secara serta merta atau ditentukan begitu saja, namun dalam penentuan tersebut terdapat metode khusus yang perlu diterapkan. Pemberian suku bunga yang dilakukan berdasarkan penetapan langsung tanpa memperhatikan unsur biaya, risiko dan lain sebagainya akan berdampak pada ketidakseimbangan antara pendapatan dan beban yang dikeluarkan. Oleh karena itu dalam penetapan suku bunga ini, terdapat beberapa indikator yang menjadi pertimbangan di dalamnya diantaranya adalah COLF, COF, COM, OC, RC, SPREAD dan TAX. Keseluruhan indikator tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

BLR = COLF + OH + RC + SPREAD + TAX
Dimana:
BLR = Base Lending Rate
COLF = Cost of Loanable Fund
OH = Overhead Cost
SPREAD = Besarnya laba yang diharapkan
TAX = Pajak atas pendapatan
Kasus:

1. COST OF FUND

COF adalah biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh sejumlah dana baik yang dihimpun sendiri maupun yang berasal dari luar. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel dibawah ini:

Rumus:
COF = Biaya Bunga / ( Nominal Dana - CadanganLiquiditas) x100%
Atau
COF = 100 / (100 - GWM) x SukuBungaDana
Pembahasan:

Cara 1:

COF Untuk Tabungan

= Biaya Bg. Tabungan /  Jumlah Nominal Tabungan x 100%
= 2.313.914 / (28.673.037 - 1.433.652 x 100%
= 8,49%

COF untuk Giro:= Biaya Bg. Giro /  Jumlah Nominal Giro x 100%
= 426.586 / (10.910.126 - 545.506) x 100%
= 4,12%

Cara 2:

COF Untuk Giro:
= 100 / (100 - GWM) x SukuBunga Giro
= 100/ (100 -5) x 3,91
= 4,12%

COF untuk Tabungan:
= 100 / (100 - GWM) x SukuBunga Tabungan
= 100/ (100 -5) x 8,07
= 8,49%

Hal yang sama dilakukan terhadap sumber dana lainnya

2. COST OF LOANABLE FUND

COLF adalah biaya atas dana yang yang diterima untuk memperoleh pendapatan atau biaya dana setelah dikurangi dengan cadangan likuiditas. Besarnya cadangan likuiditas didasarkan pada kisaran Giro Wajib Minimum (GWM) dengan kisaran 5% - 8%.

cost of loanabel fund

Rumus:
COLF = ∑(Biaya Dana / Total Dana x 100%)
atau
COLF = ∑(Komposisi Dana x COF)
atau
COLF = Total Biaya Dana / Total Dana x 100%
Pembahasan:

Cara 1:

COLF Untuk Giro:
= Biaya Dana Giro / Total Dana x 100%
= 449.038 / 68.424.690 x 100%
= 0,66%

COLF Untuk Tabungan:
= Biaya Dana Tabungan / Total Dana x 100%
= 2.435.699 / 68.424.690 x 100%
= 3,56%

Cara 2

COLF Untuk Giro:
= Komposisi Dana Giro x COF Giro
= 15,95 x 4,12
= 0,66%

COLF Untuk Tabungan:
= Komposisi Dana Tabungan x COF Tabungan
= 41,90 x 8,49
= 3,56%

Demikian seterusnya untuk cara 1 dan 2, sehingga didapatkan COLF
= 0,66 + 3,56 + 6,24 + 0,00 + 0,19
= 10,65

Cara 3:

Cara ini langsung menghitung secara total dari
= Total Biaya Dana / Total Dana x 100%
= 7.286.789 / 68.424.690 x 100%
= 10,65

3. OVERHEAD COST 

OC adalah biaya-biaya selain biaya bunga (biaya bunga antar bank dan biaya bunga pihak ketiga bukan bank)
Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini 

overhead cost

Rumus:
OC = Total Biaya (Non Bunga) / Total Dana x 100%
Pembahasan:
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa Biaya non bunga sebesar 18.150.000, dan total aktiva produktif sebesar 164.000.000, sehingga:

Biaya Overhead (OC):
= 7.050.000 / 68.424.690 x 100%
= 10,30%

4. COST OF MONEY

COM adalah biaya sehubungan dengan dana ditambahkan dengan biaya overhead (biaya non bunga).
Perhatikan tabel di bawah ini:

cost of money

Rumus:
COM = (Total BiayaDana + BiayaNonBunga) / Total Dana x 100%
COM = COLF + OH
Pembahasan:

Cara 1:

Cost of Money:
= (7.286.789 + 7.050.000) / 68.424.690 x 100%
= 20,95%

Cara 2:
Cost of Money:
= COLF + OH
= 10,65 + 10,30
= 20,95


5. RISK FACTOR

RF adalah faktor risiko dari aktiva produktif (kredit dan penempatan antar bank).

Sebagai gambaran perhatikan tabel di bawah ini:

risk faktor

Rumus:
Risk Factor = Cadangan PPAP / Aktiva Produktif x 100%
Pembahasan:

Risk Factor:
= 6.270.000 / 164.000.000 x 100%
= 3,82%

6. SPREAD (PROFIT MARGIN)

Spread adalah besarnya laba yang ingin diraih, biasanya ditetapkan 2% - 3%. Silahkan perhatikan tabel berikut:
profit margin

Rumus:
Spread = Laba Direncanakan / Aktiva Produktif x 100%
Pembahasan:
Spread:
= 4.500.000 / 164.000.000 x 100%
= 2,74

7. TAX

Tax adalah besarnya pajak atas penghasilan yang direncanakan, biasanya ditetapkan antara 10 s.d 35%. dan berdasarkan data di atas maka diperoleh pajaknya adalah:

TAX:
= Spread x tarif
= 2,74 x 30%
= 0,82%

Sehingga berdasarkan data tersebut di atas, maka diperoleh Base Lending Rate sebesar:

BLR = COLF + OH + RISK COST + SPREAD + TAX

Maka BLR:
= 10,65 + 10,30 + 3,82 + 2,74 + 0,82
= 28,33%

Jadi besarnya dasar suku bunga kredit adalah 28,33%/ tahun

Tonton juga videonya di youtube:
Cara Menghitung BLR di Excel Untuk Menentukan Suku Bunga Kredit di Bank
 https://youtu.be/6nHWcimaeNU

Related Post:

Copyright © 2016. Poke Bank - Proudly powered by Blogger